Etika Bisnis Pemahaman Mengenai Utilitarianisme

TOKOH DIBALIK PAHAM UTILITARIANISME


Jeremy Bentham




        Anak tertua dari seorang pengacara dan penjual properti yang makmur, Jeremy Bentham lahir di London tahun 1748. Lima saudara saudarinya meninggal dunia ketika masih kecil, sementara ibunya meninggal dunia ketika ia berusia 11 tahun. Sebagai anak yang cemerlang Bentham masuk Queen's College, Oxford pada usia 12 tahun, dan memperoleh gelar BA pada tahun 1763. Ayahnya ingin agar ia menjadi pengacara dan Bentham masuk Lincoln's Inn, tetapi ia kembali lagi ke Oxford untuk mengikuti sejumlah ceramah tentang hukum yang diberikan oleh Sir William Blackstone. Dia memperoleh gelar MA pada tahun 1766 dan kembali lagi ke London.
        Bentham menjadi sosok publik yang berpengaruh dan kelompoknya mendirikan Universitas London. Ia meninggal dunia pada tahun 1832 pada usia 84 tahun.

Hasil Pemikiran Bentham Yang Diterbitkan Dalam Bentuk Tulisan

Buku Pertama Fragment on Goverment (1776)

  Bentham memberikan pandangan menentang American Declaration of Independence. Dethan berpendapat bahwa dokumen ini adalah tumpukan kata - kata kusut yang tidak masuk akal tempat para penyusunnya mengasumsikan adanya hak - hak natural manusia, yang ingin mereka buktikan. 


The Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789)

        Dicetak untuk kalangan terbatas pada tahun 1780 dan diterbitkan pada tahun 1789, Bentham menyatakan psikologi, etika, dan yurisprudensi  dengan mengikuti alur klasik yang dikemukakan oleh filsuf  Perancis Helvetius tentang tata penanganan manusia menurut kaidah kesenangan dan kesusahan (plesure and pain). Bentham berpandangan bahwa kedua ciri ini menyodorkan bukan hanya standar yang dibutuhkan oleh yurispridensi 'sensorial' (kritis) melainkan juga menyediakan model penyebab perilaku manusia yang bisa dikendalikan dan digunakan oleh legislator yang terampil untuk mengarahkan perilaku sosial.

Terdapat buku - buku lainnya juga

Diantara tulisannya yang belakangan adalah A Defence of Usury (1787).

Karyanya yang terkenal dengan Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789).

Selanjutnya ada A Plea for The Constituation (1803).

Dan Catechism of Parliamentary Reform (1809).



John Stuart Mill




        John Stuart Mill lahir di Pentonville, Middlesex, London, Inggris. Ia merupakan putra tertua dari pasangan Harriet Barrow dan James Mill, seorang ilsuf, sejarawan, dan ekonom Skotlandia. Sejak masa kanak-kanak, John Stuart Mill dididik oleh ayahnya, dengan saran dan bantuan dari Jeremy Bentham dan Francis Place. Dia diberi pendidikan yang sangat ketat, dan sengaja dilindungi dari pergaulan dengan anak-anak seusianya. Ayahnya adalah seorang pengikut Bentham dan penganut asosiasionisme yang memiliki tujuan eksplisit untuk menciptakan kecerdasan jenius pada Mill yang diharapkan akan melanjutkan pemikiran utilitarianisme dan implementasinya setelah dia dan Bentham meninggal. 

      Pada usia delapan tahun, Mill mulai belajar bahasa Latin, karya Euklides, dan aljabar, dan diangkat sebagai pemimpin untuk anak-anak yang lebih muda dari keluarganya. Pada masa ini, bacaan utamanya adalah sejarah, tetapi dia kemudian membaca semua karya-karya Latin dan Yunani yang diajarkan secara umum. Pada usia sepuluh tahun, ia dapat membaca karya-karya Plato dan Demosthenes dengan mudah. Ayahnya juga berpikir bahwa penting bagi Mill untuk belajar dan menulis puisi. Salah satu komposisi puitisnya yang paling awal adalah kelanjutan dari Ilias.

       Pada usia dua belas tahun, Mill memulai studi menyeluruh tentang logika skolastik dan membaca tulisan-tulisan Aristoteles dalam bahasa aslinya. Pada tahun berikutnya ia diperkenalkan ekonomi politik dan belajar Adam Smith dan David Ricardo dengan ayahnya, bersama-sama mempelajaripandangan ekonomi klasik tentang faktor-faktor produksi.

       Pada usia empat belas tahun, Mill tinggal setahun di Prancis bersama keluarga Samuel Bentham, saudara Jeremy Bentham. 

      Mill terpilih sebagai anggota American Philosophical Society pada tahun 1867. Dia juga merupakan ayah baptis filsuf Bertrand Russell. Mengenai agama, Mill adalah seorang agnostik dan skeptis. Mill meninggal pada tahun 1873, tiga belas hari sebelum ulang tahunnya yang ke-67, karena erisipelas di Avignon, Prancis, di mana tubuhnya dimakamkan bersama istrinya.


Pemikiran Mill 

Sistem Logika

    Mill terlibat dalam perdebatan tentang metode ilmiah atas publikasi John Herschel tahun 1830 tentang A Preliminary Discourse on the study of Natural Philosophy, yang menggabungkan penalaran induktif dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, menemukan hukum umum dalam fakta spesifik dan memverifikasi hukum ini secara empiris. William Whewell memperluas hal ini dalam History of the Inductive Sciences tahun 1837-nya, from the Earliest to the Present Time, diikuti pada tahun 1840 oleh The Philosophy of the Inductive Sciences, Founded Upon their History, menyajikan induksi sebagai pikiran yang melapiskan konsep pada fakta. Hukum adalah kebenaran yang terbukti dengan sendirinya, yang dapat diketahui tanpa perlu verifikasi empiris.

Utilitarianisme

    John Stuart Mill percaya pada filosofi utilitarianisme, yang akan dia gambarkan sebagai prinsip yang menyatakan "bahwa suatu tindakan adalah benar dalam tindakan itu cenderung mempromosikan kebahagiaan, dan suatu tindakan itu adalah salah karena mereka cenderung menghasilkan kebalikan dari kebahagiaan". Kebahagiaan yang dia maksud adalah "kesenangan yang diinginkan, dan tidak adanya rasa sakit; yang dimaksud ketidakbahagiaan adalah rasa sakit, dan hilangnya kesenangan". Tidak semua orang mengapresiasi kebajikan sebagai jalan untuk menuju kebahagiaan dan kadang-kadang kita hanya mengapresiasinya karena alasan yang bersifat egoistis. Namun, Mill menegaskan bahwa setelah melakukan refleksi, bahkan ketika kita mengapresiasi kebajikan untuk alasan egois, kita sebenarnya mengapresiasinya sebagai bagian dari kebahagiaan kita.

Filsafat Ekonomi

       Filosofi ekonomi awal Mill adalah pasar bebas. Namun, ia menerima intervensi dalam ekonomi, seperti pajak alkohol, jika ada alasan utilitarian yang cukup. Dia juga menerima prinsip intervensi legislatif untuk tujuan kesejahteraan hewan. Dia awalnya percaya bahwa "kesetaraan perpajakan" berarti " persamaan pengorbanan " dan bahwa perpajakan progresif menghukum mereka yang bekerja lebih keras dan menabung lebih banyak dan karena itu merupakan "bentuk perampokan ringan".


UTILITARIANISME

    Etika utilitarianisme ialah aliran yang menilai baik dan buruknya perbuatan manusia itu ditinjau dari kecil dan besarnya manfaat bagi manusia (utility=manfaat).
    Utilitarianisme adalah kebahagiaan, sebenarnya didasarkan pada perilaku yang benar, bukan fokus pada kebahagiaan si pelaku, tapi hal - hal secara menyeluruh. Diantara kebahagiaan individu dan kebahagiaan orang lain, utilitarinisme berada di tengah ibarat saksi yang yang tidak memihak dan bersedia membantu. 


PERBEDAAN  UTILITARIANISME DENGAN HEDONISME

       Dilihat dari sudut apa, dikenal dua versi teleologi, yaitu hedonisme (hedone=kenikmatan) = bertindaklah sedemikian rupa sehingga mencapai kenikmatan yang paling besar. Sedangkan Eudaimonisme (eudaimonia=kebahagiaan) = bertindaklah sedemikian rupa sehingga mencapai kebahagiaan. 

    Utilitarianisme dibedakan menjadi Utilitarianisme Hedonistik (mengukur tingkat kesenangan dan ketidaksenangan) dan Utilitarianisme Eudaimonistik (jumlah kebahagiaan tertinggi di antara pihak yang terlibat).





Sumber Referensi

                Ketut Rindjin. 2008. Etika Bisnis dan Implementasinya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

          Morrison Wayne. 1996. Adam Smith, Jeremy Bentham dan John Stuart Mill – Awal Perkembangan Fondasi Hukum Utilatarian. Nusamedia.

https://www.wikiwand.com/id/John_Stuart_Mill


Komentar

Postingan populer dari blog ini