Etika Bisnis Pemahaman Mengenai Utilitarianisme
TOKOH DIBALIK PAHAM UTILITARIANISME
Jeremy Bentham
Hasil Pemikiran Bentham Yang Diterbitkan Dalam Bentuk Tulisan
Buku Pertama Fragment on Goverment (1776)
Bentham memberikan pandangan menentang American Declaration of Independence. Dethan berpendapat bahwa dokumen ini adalah tumpukan kata - kata kusut yang tidak masuk akal tempat para penyusunnya mengasumsikan adanya hak - hak natural manusia, yang ingin mereka buktikan.
The Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789)
Dicetak untuk kalangan terbatas pada tahun 1780 dan diterbitkan pada tahun 1789, Bentham menyatakan psikologi, etika, dan yurisprudensi dengan mengikuti alur klasik yang dikemukakan oleh filsuf Perancis Helvetius tentang tata penanganan manusia menurut kaidah kesenangan dan kesusahan (plesure and pain). Bentham berpandangan bahwa kedua ciri ini menyodorkan bukan hanya standar yang dibutuhkan oleh yurispridensi 'sensorial' (kritis) melainkan juga menyediakan model penyebab perilaku manusia yang bisa dikendalikan dan digunakan oleh legislator yang terampil untuk mengarahkan perilaku sosial.
Terdapat buku - buku lainnya juga
Diantara tulisannya yang belakangan adalah A Defence of Usury (1787).
Karyanya yang terkenal dengan Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789).
Selanjutnya ada A Plea for The Constituation (1803).
Dan Catechism of Parliamentary Reform (1809).
John Stuart Mill
John Stuart Mill lahir di Pentonville, Middlesex, London, Inggris. Ia merupakan putra tertua dari pasangan Harriet Barrow dan James Mill, seorang ilsuf, sejarawan, dan ekonom Skotlandia. Sejak masa kanak-kanak, John Stuart Mill dididik oleh ayahnya, dengan saran dan bantuan dari Jeremy Bentham dan Francis Place. Dia diberi pendidikan yang sangat ketat, dan sengaja dilindungi dari pergaulan dengan anak-anak seusianya. Ayahnya adalah seorang pengikut Bentham dan penganut asosiasionisme yang memiliki tujuan eksplisit untuk menciptakan kecerdasan jenius pada Mill yang diharapkan akan melanjutkan pemikiran utilitarianisme dan implementasinya setelah dia dan Bentham meninggal.
Pada usia delapan tahun, Mill mulai belajar bahasa Latin, karya Euklides, dan aljabar, dan diangkat sebagai pemimpin untuk anak-anak yang lebih muda dari keluarganya. Pada masa ini, bacaan utamanya adalah sejarah, tetapi dia kemudian membaca semua karya-karya Latin dan Yunani yang diajarkan secara umum. Pada usia sepuluh tahun, ia dapat membaca karya-karya Plato dan Demosthenes dengan mudah. Ayahnya juga berpikir bahwa penting bagi Mill untuk belajar dan menulis puisi. Salah satu komposisi puitisnya yang paling awal adalah kelanjutan dari Ilias.
Pada usia dua belas tahun, Mill memulai studi menyeluruh tentang logika skolastik dan membaca tulisan-tulisan Aristoteles dalam bahasa aslinya. Pada tahun berikutnya ia diperkenalkan ekonomi politik dan belajar Adam Smith dan David Ricardo dengan ayahnya, bersama-sama mempelajaripandangan ekonomi klasik tentang faktor-faktor produksi.
Pada usia empat belas tahun, Mill tinggal setahun di Prancis bersama keluarga Samuel Bentham, saudara Jeremy Bentham.
Mill terpilih sebagai anggota American
Philosophical Society pada tahun 1867. Dia juga merupakan ayah baptis filsuf
Bertrand Russell. Mengenai agama, Mill adalah seorang agnostik dan skeptis.
Mill meninggal pada tahun 1873, tiga belas hari sebelum ulang tahunnya yang
ke-67, karena erisipelas di Avignon, Prancis, di mana tubuhnya dimakamkan
bersama istrinya.
Pemikiran Mill
Sistem Logika
Mill terlibat dalam perdebatan tentang metode ilmiah atas publikasi John Herschel tahun 1830 tentang A Preliminary Discourse on the study of Natural Philosophy, yang menggabungkan penalaran induktif dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, menemukan hukum umum dalam fakta spesifik dan memverifikasi hukum ini secara empiris. William Whewell memperluas hal ini dalam History of the Inductive Sciences tahun 1837-nya, from the Earliest to the Present Time, diikuti pada tahun 1840 oleh The Philosophy of the Inductive Sciences, Founded Upon their History, menyajikan induksi sebagai pikiran yang melapiskan konsep pada fakta. Hukum adalah kebenaran yang terbukti dengan sendirinya, yang dapat diketahui tanpa perlu verifikasi empiris.
Utilitarianisme
John Stuart Mill percaya pada filosofi
utilitarianisme, yang akan dia gambarkan sebagai prinsip yang menyatakan
"bahwa suatu tindakan adalah benar dalam tindakan itu cenderung
mempromosikan kebahagiaan, dan suatu tindakan itu adalah salah karena mereka cenderung
menghasilkan kebalikan dari kebahagiaan". Kebahagiaan yang dia maksud
adalah "kesenangan yang diinginkan, dan tidak adanya rasa sakit; yang
dimaksud ketidakbahagiaan adalah rasa sakit, dan hilangnya kesenangan".
Tidak semua orang mengapresiasi kebajikan sebagai jalan untuk menuju
kebahagiaan dan kadang-kadang kita hanya mengapresiasinya karena alasan yang
bersifat egoistis. Namun, Mill menegaskan bahwa setelah melakukan refleksi,
bahkan ketika kita mengapresiasi kebajikan untuk alasan egois, kita sebenarnya
mengapresiasinya sebagai bagian dari kebahagiaan kita.
Filsafat Ekonomi
Filosofi ekonomi awal Mill adalah pasar bebas.
Namun, ia menerima intervensi dalam ekonomi, seperti pajak alkohol, jika ada
alasan utilitarian yang cukup. Dia juga menerima prinsip intervensi legislatif
untuk tujuan kesejahteraan hewan. Dia awalnya percaya bahwa "kesetaraan
perpajakan" berarti " persamaan pengorbanan " dan bahwa
perpajakan progresif menghukum mereka yang bekerja lebih keras dan menabung
lebih banyak dan karena itu merupakan "bentuk perampokan ringan".
UTILITARIANISME
PERBEDAAN UTILITARIANISME DENGAN HEDONISME
Dilihat dari sudut apa, dikenal dua versi teleologi, yaitu hedonisme (hedone=kenikmatan) = bertindaklah sedemikian rupa sehingga mencapai kenikmatan yang paling besar. Sedangkan Eudaimonisme (eudaimonia=kebahagiaan) = bertindaklah sedemikian rupa sehingga mencapai kebahagiaan.
Utilitarianisme dibedakan menjadi Utilitarianisme Hedonistik (mengukur tingkat kesenangan dan ketidaksenangan) dan Utilitarianisme Eudaimonistik (jumlah kebahagiaan tertinggi di antara pihak yang terlibat).
Sumber Referensi
Ketut Rindjin.
2008. Etika Bisnis dan Implementasinya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Morrison Wayne. 1996. Adam Smith,
Jeremy Bentham dan John Stuart Mill – Awal Perkembangan Fondasi Hukum
Utilatarian. Nusamedia.
https://www.wikiwand.com/id/John_Stuart_Mill


Komentar
Posting Komentar